Tampilkan postingan dengan label insinyur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label insinyur. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Agustus 2008

Stabilitas Rangka Batang SAP2000

Dimanakah keunggulan dari Engineering dibandingkan Software SAP2000? Untuk menunjukkan bagian-bagian mana yang dapat membentuk kompentensi tentulah cukup sulit / sukar dan mungkin tidak dapat dijawab secara tuntas.

Untuk menyelesaikan permasalahan ini, pada blog ini akan berbagi pengalaman dalam permasalahan stabilitas suatu rangka batang kompleks, dimana pengetahuan mekanika teknik klasik dapat mengevaluasi dan menentukan bahwa suatu hasil komputer adalah salah meskipun program komputer tersebut sebelumnya dianggap sangat reliable. Tentunya dengan batasan pembahasan tertentu.

Stabilitas struktur adalah suatu hal yang penting, bahkan dapat dikatakan sangat penting. Struktur yang tidak stabil tidak bisa digunakan sebelum dilakukan perubahan sistem yang menyebabkan struktur menjadi stabil. Disinilah sesungguhnya seorang insinyur itu berperan penting. Oleh karena itu mengetahui suatu struktur stabil atau tidak merupakan hal yang penting dan harus diketahui sebelum melakukan analisa struktur. Pengetahuan ini merupakan suatu kewajiban bagi seorang insinyur.

Jumat, 08 Agustus 2008

Insinyur dan Software SAP2000

Ada pepatah penting yang sudah sering kita dengar secara khusus yang berkecimpung dalam bidang Teknik Sipil, pepatah “the man behind the gun” rasanya sesuai sekali untuk mengibaratkan keterkaitan “komputer” dan “insinyur” dalam permasalahan analisa struktur berbasis komputer. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, maka kombinasi sari keduanya sangat berperan. Ingatlah, bahwa sesungguhnya peranan “insinyur” adalah sangat dominan, bayangkan sebelum ditemukan komputer saja, sudah banyak bangunan konstruksi yang megah (rumit) dapat dengan sukses dibuat. Berarti manusia sudah mampu mendesain dengan baik tanpa adanya komputer.
Apakah sembarang orang yang dilengkapi “komputer” dapat secara otomatis menghasilkan sesuatu dan tidak memerlukan “insinyur”? Tentu ini tidak benar.
Sesungguhnya untuk menghasilkan “seseorang yang berkopeten” atau sebutlah “insinyur” maka dapat dilakukan melalui “pelatihan / pendidikan” dan “pengalaman”. Proses pendidikan di universitas umumnya mengajarkan “konsep-konsep dasar” dan juga ketrampilan, dan jika ditunjang pengalaman yang baik dan selalu melakukan evaluasi atas hasilnya maka akhirnya dapat diperoleh “mental” atau “intuisi” yang baik. Sehingga akhirnya terbentuklah kompetensi seseorang. Disinilah nilai seorang insinyur itu menjadi bermutu tinggi.

Adapun pendidikan mekanika teknik klasik pada tingkat S1 menurut penulis adalah suatu langkah yang relatif sederhana dan cukup efektif untuk dapat memberikan wawasan dalam bentuk lain untuk akhirnya menghasilkan kompetensi seseorang calon insinyur.